I’m The King of Vampire [Part 1]

Cast       : Trazela, Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Park Jung Soo

Genre   : Caphter, Horror, Friendship

Rating   : Teens

Author  : @mery3424

Ceritanya terinspirasi dari Sekuel Twilight Saga karena berhubungan dengan dunia Vampire, tapi jauh berbeda kok alur ceritanya ^^
Happy Reading ^^

Kyuhyun’s POV

Malam ini tidak berbeda dengan malam-malam lainnya. Pulang lewat tengah malam, mengendara mobil hanya dengan manager hyung melewati lampu-lampu kota Seoul yang meredup dibeberapa jalan. Ditambah hujan rintik-rintik yang membuat malam ini menjadi lebih sunyi. Huhh, yang bisa kulakukan disaat-saat seperti ini hanya memandang keluar jendela sambil mendengar musik dari ponselku.

Brukkk

Tiba-tiba mobil yang kami kendarai menabrak sesuatu yang mungkin saja itu manusia. Jantungku berdegup kencang, manager hyung terpaku sesaat lalu menoleh kearahku yang duduk tepat disampingnya.

“kajja, kita keluar” kataku panik lalu membuka pintu mobil tanpa memperhatikan kalau hujan rintik-rintik itu semakin deras.

Manager hyung mengikutiku. Kami melirik satu sama lain ketika kami menutup pintu mobil. Aku mendahului manager hyung melihat kedepan mobil. Aku berharap yang kami tabrak bukanlah makhluk hidup terlebih manusia. Kalau sampai kami menabrak seseorang tamat riwayatku.

“AHH!! Jinja?? Coba hyung, periksa kolong mobil” ucapku terkejut saat menyaksikan tidak ada apa-apa didepan mobil kami.

Manager hyung perlahan menjulurkan kepalanya kearah bawah bamper mobil. Jantungku berdegup lebih kencang. Aigo, bagaimana jika yang kami tabrak terlindas mobil kami. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada masa depanku bersama Super Junior.

“tidak ada apa-apa” kataku manager hyung sambil menarik napas lega.

“jinja, hyung?” aku juga sama leganya. Kutarik tubuhku agar membungkuk dan tidak ada apa-apa disana.

Aku sangat bingung, jelas-jelas kami menabrak sesuatu tadi. Tapi tidak ada apapun yang tertabrak, bahkan seekor lalatpun tidak menjadi korban. Ini benar-benar aneh.

Ssshhhhh, hembusan angin menerpa kulit leherku. Bulu kudukku perlahan berdiri merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Manager hyung melirikku, lalu melirik kedalam mobil, pertanda ia ingin kami segera pergi dari tempat ini.

“han …” kataku menghitung sambil bersiap-siap diposisi berlari untuk segera masuk ke mobil, “dul…” manager hyung kini sudah sangat pucat, “set!!!” teriakku sejadi-jadinya.

Kami segera masuk kedalam mobil dan menancap gas meninggalkan tempat misterius itu.

***

“hyung, izinkan aku tidur bersamamu malam ini” aku merengek pada Leeteuk hyung yang baru saja menarik selimutnya.

“Ya! Tidak biasanya kau mau tidur denganku” ujar Leeteuk hyung langsung bergeser kearah tembok dan memberi ruang untukku tidur disampingnya.

“ani..aku mau tidur didekat tembok hyung” pintaku dengan wajah memelas.

Leeteuk hyung hanya merespon dengan tatapan bingung lalu menggeser tubuhnya kepinggir tempat tidur. Tanpa ragu aku langsung melesat kepojok tempat tidur lalu menarik selimut yang juga dipakai Leeteuk hyung. Aku memang tidak pernah bersikap kekanakan seperti ini. Aku selalu menjadi yang paling berani diantara semua member, tapi entah kenapa malam ini aku terlalu takut untuk tidur sendirian.

“gwaenchana, Kyuhyun-ah?” Leeteuk hyung tiba-tiba berbisik padaku. Mungkin ia sangat khawatir melihat tingkahku yang tidak seperti Kyuhyun ‘normal’.

“gwaenchana, hyung, aku hanya sedang tidak ingin tidur sendirian” elakku.

Bisa mati aku kalau aku bilang aku takut tidur sendirian. Reputasiku sebagai evil magnae bisa hilang dalam sekejap, ratusan ribu ELF bisa menertawaiku kalau mereka tahu aku merengek minta tidur bersama Leeteuk hyung karena aku takut.

….

Napasku menderu kencang. Tubuhku dipenuhi peluh-peluh keringat yang sangat besar. Aku berlari menelusuri lorong-lorong kecil yang gelap berusaha melarikan diri sesuatu yang aku tidak tahu apa. Hanya sebuah ketakutan yang dapat kurasakan.

Aku masih terus berlari hingga akhirnya kutemukan sebuah tempat yang mirip dengan aula petemuan. Ada tujuh kursi mengitari tempat itu, sebuah kursi yang kukira itu dari abad 17-18 tapi bukan dari daerah Asia. Jamkan… aku pernah melihat kursi-kursi seperti ini di film hollywood dengan latar belakang kerajaan. Dimana aku sebenarnya??

“You’re already here, Mr. Cho Kyuhyun” sebuah suara berat dengan aksen…ahh..aku tidak tahu aksen mana, yang aku tahu ia sedang berbicara dengan Bahasa Inggris.

“Welcome to our home” sahut suara lain yang membuatku mencari-cari asal suara itu.

Tiba-tiba tujuh orang namja muncul dari balik kegelapan. Pakaian yang mereka kenakan seperti berasal dari abad..entahlah..mungkin abad 17-18 seperti asal kursi-kursi yang sekarang mereka duduki. Renda berwarna putih mengelilingi leher mereka menutupi bagian atas baju mereka yang berwarna merah, hitam, dan emas. Mereka mengenakan celana yang panjangnya sampai dibawah lutut, lalu kaus kaki panjang membungkus betis mereka yang indah, untuk ukuran seorang namja. Tapi aku tidak bisa melihat sepatu ataupun telapak kaki mereka karena tempat ini benar-benar gelap.

“come here, Mr.Cho” ujar seorang namja dengan rambut hitam ikal khas Eropa yang panjangnya sebahu. Ia menatapku seolah aku ini sesuatu yang berharga.

Aku tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti perintahnya. Aku yang berada ditengah ruangan kini melangkahkan kakiku untuk mendekati mereka. Semakin mendekat aku menyadiri bahwa aku salah hitung, kursi yang ada disini memang ada tujuh tapi ada satu yang tidak terisi, letaknya diujung deretan kursi-kursi.

Aku semakin dekat hingga jarak kami hanya sekitar dua meter. Tiba-tiba jantungku menggebu ketika salah satu dari mereka membuka mulutnya dan memperlihatkan taringnya yang mengkilap dan tajam. Aku berpikir keras, apa yang mereka inginkan dariku? Ahh, pabo! Tentu saja darahku, mereka lapar Cho Kyuhyun! Aigo, apa yang harus kulakukan sekarang?!

Sssshhh, hembusan angin itu muncul lagi, seperti saat aku dan manager hyung ada dijalan dan menabrak sesuatu yang kami tidak tahu apa. Dalam hitungan detik sosok seorang yeoja berambut emas ikal menghalangi jalanku menuju keenam makhluk bertaring itu. Aromanya seperti bunga lavender. Ia lalu mengatakan sesuatu dengan nada tinggi menggunakan bahasa yang sama sekali aku tidak tahu. Hal itu membuat enam namja yang tengah duduk dihadapan kami meliriknya sinis, bahkan salah satu dari mereka sudah bersiap untuk menyerang kami, tapi kemudian ditahan oleh namja yang mengatakan ‘welcome’ padaku.

“kajja” yeoja itu melirik wajahku dengan bola matanya yang berwarna hijau terang.

….

“Kyuhyun-ah…Kyuhyun-ah…” aku seperti mendengar suara Leeteuk hyung. Ia terus saja memanggil namaku dengan nada panik.

Aku segera bangkit dari tidurku saat kusadari aku sedang didunia mimpi tadi. Dan bisa kurasakan tubuhku sudah basah karena keringat yang terus bercucuran tak henti. Aku memegangi kepalaku karena rasanya sedikit sakit.

“Kyuhyun-ah, gwaenchana?” Leeteuk hyung menatapku penuh kekhawatiran, “kau bermimpi buruk?”

Aku terdiam sejenak, berusaha mengumpul memori-memoriku tentang mimpi yang baru saja kualami. Ya..aku tahu!!

“vampir” seruku pelan.

“mwo? Kau bilang apa Kyu?” tanya Leeteuk hyung yang ternyata mendengar gumamanku.

“ah, ani hyung, aku hanya mimpi buruk”

“kalau begitu, tidurlah, sudah lewat tengah malam, ganti dulu kaosmu itu, sudah basah kuyup”

***

Trazela’s POV

Aku terus mengawasi pria berdarah Korea ini dari sudut-sudut ruangan dimanapun ia berada sejak beberapa hari lalu. Tubuh lemahnya itu membuatku semakin prihatin dengan nasibnya yang terus diincar kaum kami. Kaum Vampir Hungaria. Ya, itulah takdir seorang bintang terkenal dengan wajah tampan, Cho Kyuhyun. Sejak ia lahir dan membuat perputaran bulan melambat sehingga menyebabkan kesempatan memiliki kehidupan yang ‘benar-benar’ abadi bagi kaum kami terancam, anak ini terus menjadi incaran.

Mereka, enam dari tujuh pemimpin kaum kami yang aku adalah salah satunya, memerintahkan semua Vampir Hungaria untuk membunuh atau setidaknya mendapatkan setetes darah darinya. Setelah itu kaum kami dapat memasukan setetes darah darinya kedalam tubuh kami agar kehidupan yang ‘benar-benar’ abadi itu dapat dimiliki. Tapi, kenapa aku tidak bergabung dengan keenam pemimpin lainnya dan malah menentang mereka? Karena aku satu-satunya keturunan langsung dari Dracula yang memiliki kehidupan yang ‘benar-benar’ abadi. Ayahku, Dracula, secara langsung memintaku untuk melindungi orang Korea ini, karena Ayah bilang hanya dia satu-satunya ras vampir Korea yang tersisa, yang berwujud manusia murni. Dimana ras ini adalah kerabat terdekat Ayah, maksudnya, lebih tepatnya, Nenek ku memiliki darah ras Korea didalamnya. Jadi tidak mungkin untuk membunuh Cho Kyuhyun yang notabene adalah keluargaku, yang adalah manusia. Ayah pernah bilang, “lebih baik membunuh semua kaum daripada membunuh keluarga sendiri”.

Setelah selesai menari dan bernyanyi dengan suara rekaman itu Cho Kyuhyun bersama rekan-rekannya pergi meninggalkan ruangan gelap penuh manusia yang meneriakan nama-nama mereka ini. Aku memang tidak paham apa yang mereka lakukan, menyaksikan orang lain diatas sana dan mereka berteriak histeris dengan wajah gembira. Aku tidak pernah melihat yang seperti ini didaerahku. Mungkin ini dampak dari popularitas saudara manusiaku.

Aku mengikuti Cho Kyuhyun keruang ganti selangkah demi selangkah, semua vampir dapat melangkah dalam jarak yang cukup jauh dan dengan kecepatan yang melebihi seekor jaguar sekalipun. Kami sangat cepat, terutama aku, yang memiliki kemampuan super cepat dibandingkan pemimpin lainnya. Aku masih mengamati Cho Kyuhyun yang kini tengah sibuk mengganti jas panjang hitam yang ia kenakan saat bernyanyi tadi dengan sehelai baju yang mereka sebut kaos. Bisa kulihat tubuhnya yang tak memiliki apapun kecuali tulang-tulang yang dibalut oleh daging kulit. Saudaraku ini terlihat sangat …. hmmm … lembek.

“ya! Kajja” serunya pada seorang laki-laki yang menurutku memiliki wajah bagai Pangeran Clus, pangeran vampir tertampan di Rusia. Tapi sayangnya aku mencium aroma Gereja didarahnya, sudah pasti ia seorang religius sejati.

Mereka bersama rekan-rekannya yang lain meninggalkan gedung dengan banyak manusia berdarah segar ini. Aku bersyukur karena aku ahli dalam mengontrol nafsuku akan darah meskipun aku sangat sedang lapar. Tapi tiba-tiba, laki-laki berwajah sempurna itu menyadari sesuatu, seperti menyadari keberadaanku yang tak dapat mereka lihat.

“kajja, kita harus segera pergi” ucapnya seolah melirik kearahku.

Sepertinya laki-laki ini tidak biasa. Mungkinkah ia dapat menyadari keberadaan atau bahkan melihat kaum kami?

-to be continued-

Tentang eunranhae

안녕하세요~ 저는 은란해입니다 Proud to be 엘프 and 키스미 I ♥ 슈퍼주니어 I ♥ 유키스 저는 @AllRiseSilver and @donghae861015 의 여자친구 만나서 반가워요 (ㅅ_____ㅅ)

Posted on September 13, 2012, in Chapter, Friendship, Horror, Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Wahhh… Ceritanya kerennn thor… ^^b
    Aisshhh… Apa kyu bakal jd vampir? Andweee!! :(
    Next part ditunggu loh.. ^^

  2. yeeee….
    crita vampiiir!!!!
    pnasaran ma bagian akhirnya….
    manusia g bs liat vampir tahh??

  3. wah kyupa dlam keadaan bhya ottoke?wonnie oppa bsa liat vampire ya daebak..lanjut cinggu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: